
Pemegang hak cipta untuk standar ini adalah The National Electrical Manufacturers Association (NEMA). Dan DICOM sendiri dikembangkan oleh Komite Standar DICOM dengan anggota yang sebagian juga anggota NEMA. DICOM
memungkinkan integrasi scanner, server, workstation, printer dan
perangkat keras jaringan dari beberapa produsen menjadi sebuah gambar
yang dikenal dengan format PACS ( Picture Archiving and Communication
Systems). Saat ini DICOM telah di adopsi secara luas
oleh rumah sakit dan membuat terobosan dalam aplikasi yang lebih kecil,
seperti penggunaan oleh dokter gigi, dan kantor praktek dokter.
Untuk pada monitor, proyektor, dan printer terdapat teknik penggambaran citra DICOM secara visual yang disebut DICOM
Simulation. Dan gambar yang dihasilkan berupa gambar dengan 16 gradasi
warna greyscale yang akurat, sehingga para medis dapat memberi diagnosa
berdasarkan perbedaan warna gambar yang terlihat. Namun tidak semua
proyektor dapat menampilkan gambar DICOM secara benar dan sesuai dengan standar DICOM.
Jika terjadi kesalahan dalam menampilkan warna, maka akan berakibat
hasil diagnosa yang salah dari tenaga medis, sehingga dapat membahayakan
keselamatan pasien dikarenakan penanganan medis yang salah. Untuk itu
dibutuhkan proyektor diagnosa kesehatan yang mempunyai fitur DICOM Simulation agar dapat menampilkan file-file DICOM, sehingga gambar yang dihasilkan mampu menghasilkan warna yang benar dan sesuai dengan standar DICOM.
sumber: http://blog.projectorku.com/pengertian-dicom-digital-imaging-dan-communications-in-medicine.html
Tidak ada komentar:
Write komentar