Tampilkan postingan dengan label Obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 November 2014

Sistem Informasi Manajemen Obat (SIMO)

SIMO adalah suatu tatanan manusia/peralatan yang menyediakan informasi yang membantu proses manajemen pengelolaan obat. Pengelolaan perbekalan kefarmasian ini biasanya terintegrasi dalam system jaringan teknologi informasi yang didukung oleh piranti lunak atau pemprograman khusus ( soffware ). SIMO dilatarbelakangi oleh perubahan sistem pengelolaan obat publik dan perbekalan kesehatan ke arah keterpaduan yang berlandaskan prinsip supply chain management maka diperlukan sistem benchmarking yang berguna dalam menganalisis kinerja berdasarkan indikator – indikator yang ada dan melakukan perbandingan. Benchmarking adalah pola pengukuran dan penilaian kinerja berdasarkan indikator, standar dan perbandingan hasil. Menjamin tersedianya obat yang bermutu dengan jenis dan jumlah yang tepat, tersebar secara merata dan teratur, sehingga akan mempercepat pelayanan kesehatan yang tepat waktu serta memudahkan masyarakat yang membutuhkan. Informasi yang optimal yang diharapkan dari SIMO terdiri dari informasi dasar berbasis masyarakat (community based information)dan informasi dasar berbasis fasilitas pelayanan (facility based information). Pengembangan penggunaan Sistem Informasi dan Manajemen Obat ( SIMO ) sangat dipengaruhi oleh prioritas program dan kegiatan, administrasi yang valid dan akurat, kemampuan sumber daya manusia ( SDM ) yang ada, ketersediaan alokasi dana yang berkesinambungan, dan perangkat teknologi dan sistem jaringan yang memadai. Manfaat SIMO adalah cepatnya pelayanan, akuratnya tindakan yang diterima, mudahnya mendapatkan informasi, kemudahan dan kesederhanaan proses-proses administrasi, perencanaan menjadi terorganisir rapi, memudahkan proses monitoring dan evaluasi, mempermudah dalam proses pengambilan keputusan/kebijakan.

Sumber : http://srisugianto.blogspot.com/

Kamis, 20 November 2014

Software Pusat Informasi Obat (PIO)

Satu lagi karya anak bangsa yang luar biasa dan pantas kita apresisasi, khusunya untuk meningkatkan pelayanan kefarmasian demi meningkatnya kualitas hidup pasien. Software PIO ini adalah hasil karya Ditjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan, Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik, Departemen Kesehatan 2007. Software ini dibuat dalam bentuk Compact Disc (CD) dan Website dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kefarmasian yang lebih baik menuju pelayanan kesehatan yang paripurna. Software versi website dapat kita temukan di sini. Untuk menggunakannya kita harus selalu terhubung dengan jaringan internet. Sedangkan software PIO dalam bentuk CD awalnya dibagikan lewat kantor2 di lingkungan Depkes atau melalui organisasi ISFI (Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia), sebelum berubah menjadi IAI (Ikatan Apoteker Indonesia). Dengan menginstal CD tersebut, untuk menggunakannya kita tidak perlu terhubung dengan internet.

Pengalaman saya, sekitar akhir tahun 2008 saya berkesempatan memperoleh CD ini pada pertemuan anggota PC ISFI PC Banyumas, Jawa Tengah, sekaligus mendengarkan petunjuk penggunannya yang disampaikan oleh salah satu kontibutor software tersebut, yaitu rekan sejawat Budi Rahardjo, SpFRS, Apt. (apoteker dari RSUD Margono Soekardjo, Purwokerto). Saya kemudian diminta untuk membantu menginstalasi software tersebut ke rekan-rekan sejawat anggota ISFI Banyumas. Namun belum sempat saya melakukan hal tersebut, saya harus berangkat ke Thailand untuk melanjutkan studi. Sampai beberapa hari yang lalu, saya menemukan software PIO ini di salah satu blog yang ada di internet. Saya kemudian berpikir untuk menyebarkan software ini sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh kita semua.
Software ini berisi informasi 203 jenis obat dari 29 golongan/kelas terapi. Masing-masing obat berisi informasi mengenai indikasi, regimen dosis, farmakologi, stabilitas penyimpanan, kontraindikasi, efek samping, interaksi obat, pengaruh obat (terhadap kehamilan, ibu menyusui, anak-anak, hasil laboratorium), parameter monitoring, mekanisme aksi, hingga informasi yang perlu diketahu oleh pasien. Yang menarik adalah, kita bisa mencetak informasi tersebut sesuai dengan ruang lingkup yang kita inginkan. Misalnya, kita ingin memberikan informasi obat ke pasien, maka kita bisa mencetak bagian “informasi pasien” saja.
Untuk men-download/mengunduh software tersebut silahkan klik di sini.
- Setelah file berhasil kita download, maka akan muncul ikon file software sebagai berikut:
Tampilan icon file software
- Karena file-nya berupa WinRAR, kita perlu untuk meng-extract file tersebut sebelum melakukan instalasi
- Setelah di-extract, silahkan dobel klik ikon berikut (“setup” file application 208 kb) untuk memulai proses instalasi

- Klik “next” dan seterusnya hingga proses instalasi selesai
- Setelah proses instalasi berhasil, kita akan mendapatkan ikon PIO sebagai berikut
- Klik ikon tersebut, muncul halaman muka PIO, tunggu beberapa saat untuk proses selanjutnya
- Halaman Pernyataan –> klik lanjutkan
Isi pernyataan tersebut adalah:
Kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk membuat software Pelayanan Informasi Obat. Dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi maka menjadi tanggung jawab pengguna software untuk menginterpretasikan dan menggunakan informasi yang ada dalam software ini.
Informasi ini bukan merupakan pengganti kebutuhan berobat ke dokter.
Apoteker berwenang memberikan informasi obat untuk lebih aman dan efekif.
- menu lengkap PIO –> silahkan memulai proses pencarian informasi atau klik petunjuk untuk membaca cara penggunaan aplikasi ini
Tampilan menu lengkap 

sumber : http://medreks.wordpress.com/2011/12/21/software-pusat-informasi-obat-pio/